PK. PMII STEI WALISONGO DALAM MENGAPLIKASIKAN CINTA KEPADA SANG BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW.
Refleksi Kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam meng-Upgrade kecintaan pada Sang Baginda Nabi Muhamma Saw.
#Kediaman Sahabat Rofiki (Bendum)
Memperingati hari lahir (Maulid) Nabi Muhammad SAW, bukan lagi menjadi sebuah persoalan Problem dalam masa sekarang (Era Milenial), namun tugas dan tanggung jawab kita sebagai pewaris sekaligus penerus dari para wali, Kiyai yang tetap konsisten sampai saat ini merawat, menjaga nilai" Ahlussunnah Wal Jama'ah dengan mempertahankan, membudidayakan, meng-upgrade kecintaan kita terhadap Nabi kita Muhammad SAW, dengan mensyukuri, mengagungkan atas lahirnya seorang manusia Yang Sempurna, manusia yang menjadi Suri Tauladan bagi manusia yang lainnya.
Sesui dengan firman Allah :
وذكرهم باءياالله
"Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah". (QS. Ibrahim [14] : 5)
Imam an-Nasa'i, Adullah bin Ahmad dalan Zawa'id al Musnad, Al baihaqi dalam Syu'ab al Iman dari Ubai bin Ka'ab meriwayatkan dari Rasulullah SAW, bahwa Rasulullah SAW menafsirkan Ayyamillah sebagai "Nikmat-nikmat dan karunia Allah SWT". Dengan demikian maka makna ayat di atas, "Dan ingatkanlah mereka kepada Nikma-nikmat dan Karunia Allah".
Dan kelahiran Nabi Muhammad Saw adalah nikmat dan karunia terbesar yg mesti diingat dan disyukuri oleh kita sebagai umatnya.
H. Abd. Somad, Lc., MA. 37 Masapah populer. Bab 33. hlm. 349-350.
Sebenarnya masih banyak landasan-landasan, referensi, hadist, risalah yang berhubungan dengan diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, mulai dari ; tentang Nabi berpuasa hari Senin, tentang di bebaskannyav TSUWAIBAH oleh ABU LAHAB dari Status Hamba Sahaya dan masih banyak risalah tentang Maulid Nabi Muhammad Saw.
Yang sebagian besar juga telah disampaikan oleh para ulama, kiyai, ustad, tokoh agama, dan lain sebaginya.
"Menurut pendapat saya, boleh memperingati maulid nabi pada saat ini, ketika para pemuda nyaris melupakan agama dan keagungannya, pada saat ramainya perayaan-perayaan lain yg hampir mengalahkan hari-hari besar agama islam. Peringatan maulid nabi tersebut diperingati dgn memperdalam sira (sejarah nabi)." Syekh 'Athiyyah Shaqar, mantan ketua Komisi Fatwa Al-Azhar Mesir.
H. Abd. Somad, Lc., MA. 37 Masapah populer. Bab 33. hlm. 354.
#Kediaman Sahabat Rofiki (Bendum)
Dalam memperingati maulid nabi diharapkan umat islam dapat mengingat kembali tentang sebuah peristiwa agung, dan banyak pelajran yang bisa diambil, dari risalah dan sirah Rasulullah SAW.
Agar kita bisa berkorban sebagimana para sahabat berkorban. Sebagaimana Ali mengorbankan dirinya dengan menempatkan dirinya ditempat tidur nabi. Sebagaimana Asma' berkorban dengan naik ke atas Bukit Tsur setiap hari, sebuah bukit terjal, agar kita bisa membuat strategi sebagaimana Rasulullah Saw membuat strategi hijrah.
Kita semua membutuhkan semua pelajaran-pelajaran ini. Peringatan maulid nabi adalah sarana untuk mengingatkan kembali umat islam akan makna-makna yg mulia ini.
Dalam acaranya dihadiri oleh pengurus, para kader angkatan 18, dan Anggota PMII dan Calon Anggota PMII, dan para senioritas PMII Stei Walisongo Karang penang Sampang. Di buka langsung oleh ketua tiga (III) Sahabat Muhammad Habibur Rohman, dan hadiri oleh sahabati Wasilah selaku ketua mandataris, dalam penyampaiannya "harapan kami semua kader PMII Stei Walisongo tetap istiqomah dalam mengaktualisasikan dan memperlauas ajaran islam paham Ahlussunah Wal Jama'ah". Ujarnya pada Kader yang hadir.
Pena PMII🖊
Zikir, Fikir, & Amal Sholeh
Taqwa, Intelektualitas, Profesionalitas
Kejujuran, Kebenaran, Keadilan


Komentar
Posting Komentar