Mengenal Sosok Anak Desa

Nama Pemberian Kakek : Moh. Jufriyadi

Lahir pada tanggal 17 Maret 1997 dari seorang Ibu yang berinisial R dan Ayah berinisial R. Malam Minggu di desa terpencil dusun Kombangan Timur Desa Bulmatet Kec. Karangpenang Kab. Sampang Madura JATIM.
Empat bersaudara lahir sebagai putra sulung (dhe' ngodhe'en). Mewarisi watak Mokong (Pengkho). Dia memulai pedidikan awalnya di Lembaga Pendidikan Islam Bustanus Shibyan Ponpes Al-Bustan Bulmatet. Mengenal ilmu pengetahuan Imtak & ipteknya mulai dari tingkat PAUD-SMAI Bustanus Shibyan.
Semasanya di Mts dia menjabat sebagai Ketua OSIS dan melanjutkan kejenjang SMAI dia juga menjabat sebagi Ketua OSIS dan Wakil ketua pada periode 2015/2016.

Dari situlah Dia mulai belajar, memulai hidupnya dengan berprinsip "experiant is the best teacher" dalam mengawali dunia berorganisasi. Berorganisasi adalah bersosial, bermasyarakat, berkeluarga. Tuturnya saat dijumpai tim Media Desa Jum'at 22 Mei 2020.
Pada masanya menjadi ketua Osis SMAI Dia pernah membuat wadah Osis se-kecamatan Karangpenang dengan mempersatukan Osis semua lembaga se-kecamatan karangpenang, yang diberi nama PEROSKAP (Persatuan Osis Karangpenang) yang diketui oleh Osis SMAI Walisongo Karangpenang Oloh, dan Wakil ketua yang berhasil Dia duduki.

menjadi Wakil ketua Koordinator Desa Bulmatet untuk DPC Laskar Pembela Islam (LPI) Karang penang merupakan otonom dari FPI (Front Pembela Islam). Ormas yang identik dengan Organisasi pembela islam itu, Dia geluti kurang lebih setahun lamanya. Meski masih muda namun semangat berorganisasinya membara bagaikan kobaran api yang selalu menyala-nyala. Aksi demi Aksi Dia ikuti, sepertinya sepucuk pengalaman dia sudah kantongi selama menjadi anggota muda LPI.

Lulus dari SMAI rupaya Dia tidak memilih melajutkan ke kampus, melainkan Dia memilih untuk pergi merantau atau kerja. Awal Dia diterima bekerja adalah disebuah perusahaan besar yang bergerak di perdagan dan pelayanan, yaitu PT. INDOMARCO PRISMATAM (INDOMART).
namun Dia hanya menghabiskan 1 Kontrak saja yaitu 18 bulan bersama perusahaan tersebut. Lepas dari itu dia memilih pulang kampung dan...

Kemudian Dia melanjutkan membuka lembaran barunya di dunia pendidikan, ke-suatu kampus swasta di kecamatan karangpenang. Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Walisongo Sampang Madura. menjadi tugas untuknya meraih sarjana S1-nya.
Awal memasuki Dunia kampus atau yang lumrah kita dengar Sebagai Mahasiswa Baru (MABA) ditahun 2017. Dia dipertemukan dengan sebuah organisasi besar ditingkat perguruan tinggi, organisasi yang khusus mahasiswa, bisa dikatakan organisasi terbesar dikalangan mahasiswa mengapa tidak demikian, cabangnya ada dimana-mana, bukan hanya di indonsesia namun juga diluar negri, misalnya di Negara Maroko, Jerman dan lain sebagianya. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan organisasi awal yang menjadi wadahnya untuk mengembangkan Skil mengasah kemampuan mengangkat potensi yang ada pada dirinya. Hal demikian membuatnya lebih semangat untuk belajar, karena kenapa ? Organisasi PMII merupakan Organisasi Ektra Kampus yang lebih mengedepankan intelektual dan Sosial, dibutuhkan Anggotanya supaya mempunya intelektualitas yang tinggi daya kritis yang tajam dan kepekaan terhadap problematika kehidupan dengan konsep dan tekhnik cara penyelesaian yang efisien dan komprehensif.
Lama di PMII ternyata membuatnya sedikit-sedikit mulai menemukan ritme alur kehidupan kampus.
Mulai semester 2 Dia menjabat sebagai mentri luar negri di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Organisasi Intra Kampus. 2 (Dua) Periode Dia menjabat sebagai Mentri Luar Nergri, bukan tidak mampu Dia mencalonkan sebagai Ketua BEM (PRESMA) Presiden Mahasiswa namun Dia memilih sebagai Mentri yang selalu menjadi Controling perkembangan Organisasi Baik secara komunikasi maupun secara kerjasama dengan berbagai istsansi.
Bermudal ilmu pengetahuan yang dia peroleh dari bangku kuliah dan organisasi sebelumnya (PMII). Rupanya tidak lama Dia masuk di kepengurusan PAC. Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama' (IPNU) Kecamatan Karangpenang. Dia menjabat sebagai Bidang Kaderisasi. Yang mempunya peran dan tanggung jawab untuk memotori perkembangan Kualitas anggota IPNU PAC Karangpenang.
Bersama dengan masa Emasnya itu Dia juga ikut berkontribusi terhadap desanya dengan dipercayai sebagai wakit ketua Karang Taruna, Organisasi Desa yang bersifat kepemudaan.

"Organisasi adalah tempat kita belajar, belajar mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya, selama organisasi itu dilegalkan oleh pemerintah masuk dan bergabunglah, karena organisasi dapat menemukan jati diri kita, jadikanlah Sebuah organisasi itu sebagai tempat kita untuk mengasah & menguji kemampuan kita, sampai sejauh mana kita akan merasa lelah dalam mencari ilmu dalam mengemban tugas suci yang mulya yakni "Carilah ilmu mulai dari belita sampai ke liang lahat". Pesannya pada tim Media Desa saat dijumpai di kediamannya.

Pesan penulis jika terdapat kekurangan baik dari susunan penulisan maupun kata bahasa, mohon sarannya. Di kolom komentar : karena kesempurnaan hanyalah ada pada-Nya sang maha sempurna (ALLAH SWT).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

From Zero To Hero